Pergelaran
Miss World 2013 telah berakhir. Seperti
diberitakan, acara ini menuai pro dan kontra. Pihak penyelenggara dan para
pendukungnya yakin acara ini akan berdampak positif bagi Indonesia. Negeri ini
akan lebih dikenal dunia.
Wisatawan, terutama wisatawan asing, akan berbondong-bondong datang berkunjjung.
Hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia juga telah
dihilangkan pada acara Miss World 2013.
Sedangkan pihak yang kontra menganggap kontes ini tidak sesuai dengan budaya
Indonesia dan bertentangan dengan norma-norma agama.
Tulisan
ini tidak akan mengulas perdebatan seputar kontes Miss World 2013. Acara ini toh telah ditutup dan
pemenangnya sudah diketahui. Tulisan ini akan mengulas anggapan bahwa
penyelenggaraan kontes Miss World akan mendongkrak pariwisata Indonesia.
Benarkah anggapan ini? Pernyelenggaraan
peristiwa-peristiwa bertaraf internasional semacam Miss World memang akan
membuat nama sebuah negara lebih sering disebut. Selanjutnya, wisatawan akan mulai
berdatangan guna mengetahui lebih lanjut objek-objek wisata
yang menarik di negeri itu.
Namun masih harus dilihat apakah para wisatawan ini akan kerasan tinggal lebih
lama untuk kemudian kembali lagi suatu saat.
Membuat wisatawan merasa betah inilah yang diusahakan
oleh banyak negara di dunia. Mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Faktor-faktor
apa sajakah yang membuat wisatawan senang untuk tinggal lebih lama di sebuah negara?
Indeks daya saing pariwisata atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) dapat menjawab
pertanyaan ini. TTCI
mengukur faktor-faktor dan kebijakan-kebijakan yang membuat industri pariwisata
di sebuah negara menarik, berkembang, dan berdaya saing tinggi. Pengukuran
dilakukan terhadap 140 negara. TTCI
diterbitkan oleh Forum Ekonomi Dunia atau World
Economic Forum (WEF) setiap tahun
sejak 2007. Berdasarkan TTCI, ada 14
faktor yang menentukan daya saing pariwisata sebuah negara, yaitu peraturan dan
regulasi; kelestarian lingkungan; keselamatan dan keamanan; kesehatan;
perhatian terhadap industri pariwisata; infrastruktur angkutan udara;
infrastruktur angkutan darat; infrastruktur pariwisata; infrastruktur teknologi
informasi dan telekomunikasi (TIK); daya saing harga dalam industri pariwisata;
sumber daya manusia (SDM); keramahtamahan dan penerimaan penduduk lokal
terhadap pariwisata; sumber daya alam; dan sumber daya budaya. Masing-masing faktor ini kemudian dirinci
lagi.
Berdasarkan
data TTCI, Indonesia berada pada peringkat ke-70. Meski naik empat tingkat
dibanding tahun sebelumnya, peringkat ini masih jauh di bawah negara-negara
Asia lainnya. Di Asia, Singapura berada pada peringkat paling atas, yaitu ke-10,
disusul Jepang (ke-14), Korea Selatan (ke-25), Malaysia (ke-34), Thailand
(ke-43), China (ke-45), dan India (ke-66).
Menilik
hasil TTCI, Indonesia hanya unggul
dalam faktor harga, sumber daya alam, dan sumber daya budaya. Harga tiket,
bahan bakar, dan hotel di Indonesia lebih murah dibanding banyak negara lain.
Kekayaan alam Indonesia tidak perlu diragukan. Demikian halnya dengan kekayaan
budaya. Aneka pameran dan pertunjukan kerap diadakan di tanah air. Industri
kreatif juga semakin berkembang.
Sayangnya,
keunggulan harga, sumber daya alam, dan sumber daya budaya Indonesia belum
dimanfaatkan dengan optimal. Untuk faktor-faktor lainnya, Indonesia masih
kedodoran. Kelestarian lingkungan belum
terjamin lantaran pembangunan objek-objek pariwisata masih kurang memperhatikan
aspek lingkungan. Penegakkan hukum dalam lingkungan hidup masih lemah. Keamanan
bagi para wisatawan masih memprihatinkan, lantaran kinerja aparat kemamanan
masih belum optimal. Kesehatan juga menjadi isu. Akses terhadap layanan
kesehatan, sanitasi, dan air bersih masih belum memadai. Akibatnya, wisatawan
rentan terhadap penyakit.
Nasalah
lainnya berkaitan dengan infrastruktur. Jumlah dan kualitas infrastruktur
udara, jalan raya, jalan kereta api, dan pelabuhan masih kurang. Demikian pula
halnya dengan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK)
Jadi,
naif bila beranggapan Miss World akan mendongkrak pariwisata tanah air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar