Senin, 14 Oktober 2013

Ilusi Pariwisata Nona Dunia

Pergelaran Miss World  2013 telah berakhir. Seperti diberitakan, acara ini menuai pro dan kontra. Pihak penyelenggara dan para pendukungnya yakin acara ini akan berdampak positif bagi Indonesia. Negeri ini akan lebih dikenal dunia. Wisatawan, terutama wisatawan asing,  akan berbondong-bondong datang berkunjjung. Hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia juga telah dihilangkan pada acara Miss World 2013. Sedangkan pihak yang kontra menganggap kontes ini tidak sesuai dengan budaya Indonesia dan bertentangan dengan norma-norma agama.
Tulisan ini tidak akan mengulas perdebatan seputar kontes Miss World 2013. Acara ini toh telah ditutup dan pemenangnya sudah diketahui. Tulisan ini akan mengulas anggapan bahwa penyelenggaraan kontes Miss World akan mendongkrak pariwisata Indonesia.
Benarkah anggapan ini? Pernyelenggaraan peristiwa-peristiwa bertaraf internasional semacam Miss World memang akan membuat nama sebuah negara lebih sering disebut. Selanjutnya, wisatawan akan mulai berdatangan guna mengetahui lebih lanjut objek-objek wisata yang menarik di negeri itu. Namun masih harus dilihat apakah para wisatawan ini akan kerasan tinggal lebih lama untuk kemudian kembali lagi suatu saat.
Membuat wisatawan merasa betah inilah yang diusahakan oleh banyak negara di dunia. Mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Faktor-faktor apa sajakah yang membuat wisatawan senang untuk tinggal lebih lama di sebuah negara?
Indeks daya saing pariwisata atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) dapat menjawab pertanyaan ini.  TTCI mengukur faktor-faktor dan kebijakan-kebijakan yang membuat industri pariwisata di sebuah negara menarik, berkembang, dan berdaya saing tinggi. Pengukuran dilakukan terhadap 140 negara. TTCI diterbitkan oleh Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) setiap tahun sejak 2007. Berdasarkan TTCI, ada 14 faktor yang menentukan daya saing pariwisata sebuah negara, yaitu peraturan dan regulasi; kelestarian lingkungan; keselamatan dan keamanan; kesehatan; perhatian terhadap industri pariwisata; infrastruktur angkutan udara; infrastruktur angkutan darat; infrastruktur pariwisata; infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK); daya saing harga dalam industri pariwisata; sumber daya manusia (SDM); keramahtamahan dan penerimaan penduduk lokal terhadap pariwisata; sumber daya alam; dan sumber daya budaya.  Masing-masing faktor ini kemudian dirinci lagi.
Berdasarkan data TTCI, Indonesia berada pada peringkat ke-70. Meski naik empat tingkat dibanding tahun sebelumnya, peringkat ini masih jauh di bawah negara-negara Asia lainnya. Di Asia, Singapura berada pada peringkat paling atas, yaitu ke-10, disusul Jepang (ke-14), Korea Selatan (ke-25), Malaysia (ke-34), Thailand (ke-43), China (ke-45), dan India (ke-66).
Menilik hasil TTCI, Indonesia hanya unggul dalam faktor harga, sumber daya alam, dan sumber daya budaya. Harga tiket, bahan bakar, dan hotel di Indonesia lebih murah dibanding banyak negara lain. Kekayaan alam Indonesia tidak perlu diragukan. Demikian halnya dengan kekayaan budaya. Aneka pameran dan pertunjukan kerap diadakan di tanah air. Industri kreatif juga semakin berkembang.
Sayangnya, keunggulan harga, sumber daya alam, dan sumber daya budaya Indonesia belum dimanfaatkan dengan optimal. Untuk faktor-faktor lainnya, Indonesia masih kedodoran.  Kelestarian lingkungan belum terjamin lantaran pembangunan objek-objek pariwisata masih kurang memperhatikan aspek lingkungan. Penegakkan hukum dalam lingkungan hidup masih lemah. Keamanan bagi para wisatawan masih memprihatinkan, lantaran kinerja aparat kemamanan masih belum optimal. Kesehatan juga menjadi isu. Akses terhadap layanan kesehatan, sanitasi, dan air bersih masih belum memadai. Akibatnya, wisatawan rentan terhadap penyakit.
Nasalah lainnya berkaitan dengan infrastruktur. Jumlah dan kualitas infrastruktur udara, jalan raya, jalan kereta api, dan pelabuhan masih kurang. Demikian pula halnya dengan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK)

Jadi, naif bila beranggapan Miss World akan mendongkrak pariwisata tanah air. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar